121. Tukang Urut

1001 Kata

Anggi pun kali ini hanya diam saja saat mendengar penjelasan Jatmiko. Astaga, orang itu bahkan saat ini baru saja tertawa hingga meneteskan air mata. Mungkin bingung antara ingin menangis dan tertawa karena permintaan Luka. Memang benar-benar ajaib sekali Luka cara mendekati Anggi. "Saya tidak bisa menerima pekerjaan yang hanya duduk-duduk dan menemani Pak Luka saja, Pak." Anggi menolak pekerjaan menjadi asisten Luka Wirabuana. Luka sengaja menemui sang paman--Aji Jatmiko dan meminta asisten untuk membantunya. Jujur, Jatmiko sangat terkejut dengan permintaan itu. Selama bekerja, Luka bisa mengerjakan semua sendiri tanpa harus dibantu oleh siapa pun. Lantas mengapa sekarang meminta bantuan seseorang. Tak hanya itu, Luka sudah memilih Anggi sebagai asistennya. Jatmiko paham dengan tujuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN