Marcelo merasa heran ditatap dua wanita beda generasi itu. Entah apa yang salah dengan ucapannya. Marcelo kini kebingungan. Terlebih Anggi menatapnya tajam. "Ntar kita sambung lagi." Marcelo lantas mematikan sambungan telepon dengan Yohana. "Ada yang salah? Aku mau ambil minum duli," lanjutnya sambil menuju ke dispenser yang ada di luar ruangan ini. Dispenser di ruang HRD rusak. Entah apa masalahnya, baru saja dipakai kran bagian air panas tidak berfungsi sama sekali. Terpaksa jika ingin membuat kopi atau minuman dingi lainnya harus ke luar ruangan. Para pegawai kadang tidak enak hati jika meminta dibuatkan oleh petugas kebersihan meski itu adalah tugas mereka. "Syukurlah, kirain." Ines mengusap d**a karena terkejut mendengar ucapan Marcelo. "Kirain apa, Bu?" tanya Anggi dengan rasa sa

