123. Makan Siang

1023 Kata

Refleks, Anggi langsung menutup mulutnya. Ia trauma saat Luka mengecup bibirnya dulu. Luka justru tertawa terbahak-bahak. Ia merasa gemas dengan apa yang dilakukan oleh Anggi. "Kamu itu kalo cemburu bilang, Nggi. Silakan saja ribuan perempuan mendekat, tapi hatiku hanya buat kamu," kata Luka dengan nada tegas. "Sudah?" Anggi tidak menanggapi ucapan Luka sama sekali. "Saya mau istirahat makan siang dulu," kata Anggi langsung keluar tanpa menunggu jawaban Luka. Bisa kurus kering jika menanggapi perdebatan yang dipancing oleh Luka. Laki-laki itu hanya bisa menahan tawa saat Anggi pergi meninggalkan ruangannya. Anggi berjalan sambil menghentakkan kaki. Ia sangat kesal siang ini. "Gimana, Nggi? Disuruh apa?" tanya Mawar yang saat ini sengaja menunggu Anggi agar bisa makan bersama. "Ngetik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN