“Apa? Ruko ini mau digusur?” Thea yang baru saja menyeruput kopi moccanya langsung mendelik kaget. “Yang punya tanah mau mendirikan bangunan baru di sini, Thea.” Kansha menumpukan kedua tangannya di atas meja kerja Thea dengan wajah tak bersemangat. “Tapi, di sini tuh lokasinya udah strategis banget. Pelanggan kita juga udah banyak. Sayang banget kalau kita harus pindah. Selain itu, aku udah nyaman banget tinggal di sini,” cerocos Thea . “Tapi, seminggu lagi tempat ini akan digusur kecuali …. ya elo bisa nego si pemilik tanah buat nggak ngegusur. Tapi … ya kayaknya nggak mungkin banget deh.” Kansha mengibas-ngibaskan tangannya di depan Thea lalu menempelkan punggungnya di sandaran kursi. Menunjukkan bahwa saran yang baru saja ia sampaikan kepada sahabatnya itu sangat tak mungkin untuk d

