Malam Itu

1338 Kata

“Hahaha …..” gelegak tawa seorang Abian mengisi sebuah kamar dengan nomor 207, di mana ia tengah mengobati luka wanita yang ditolongnya. “Nggak usah ketawa.” Thea memberengut. “Lo lucu sih, bisa-bisanya mau cari makan malah nyasar ke bar. Lo butuh Aqua nih.” Abian memasang plester pada dahi Thea dengan sedikit menekannya. Membuat kepala Thea sedikit terdorong ke belakang. Tapi gadis bergincu pink tipis itu tidak mempermasalahkannya. “Ini baru pertama kali gue ke sini. Nggak ada temen juga. Wajar dong kalau nyasar.” “Iya, wajar kalau lo anak kecil yang masih berusia lima tahun.” Buk! Thea melempar wajah laki-laki di depannya dengan bantal. “Rese’ lo!” “Gini cara lo minta maaf sama malaikat yang nyelamatin lo?” Abian menaikan sebelah alisnya. “Syukur-syukur lo nggak gue kasih muntah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN