Seorang laki-laki tengah berjalan memasuki salah satu perumahan elite di kawasan kota Malang. Setelah memastikan pintu rumahnya telah terkunci, ia memutuskan untuk memasuki kamar pribadinya. Melepaskan kaca mata bulatnya lalu mengacak-acak rambutnya. Ia menelisik wajahnya di depan cermin. “Maaf, elo bilang?” Laki-laki itu mengurai tawa, tawa yang terdengar mengerikan. “Kesalahan elo sebelumnya jauh lebih besar. Dan permintaan maaf dari elo nggak akan pernah cukup untuk menebusnya.” Kini wajah lelaki tampan yang terlihat bengis terpantul dari dalam cermin bukan lagi wajah culun yang terlihat kampungan dengan kacamata bulatnya. Laki-laki itu membuka laci meja, mengambil secarik kartu berupa KTP. “Thea Putri Zahair, gue bakal buat elo menyesal seumur hidup!” *** Thea sibuk memencet hi

