Berusaha Melawan Sindrom

1212 Kata

“Pacar sewaan?” Abian melebarkan matanya yang tadi sudah setengah mengantuk karena pekerjaan yang beberapa hari ini diserahkan kepadanya sebagai pengganti sementara sang ayah yang harus bed rest beberapa hari. Thea mengangguk, mengiyakan. “Gue nggak bisa hadir di pesta ulang tahun pernikahan Bunda gue dengan kondisi gue yang kayak gini.” Thea yang saat ini memilih duduk di kursi yang berhadapan dengan Abian itu menampilkan mimik muka sendu pada lawan bicaranya. “Lo belum jujur sama Bunda lo tentang sindrom aneh lo itu?” Abian yang masih duduk di ranjang dengan kakinya yang menggantung, menatap lekat gadis tanpa make up di depannya. Kondisi kamar yang hanya difasilitasi kipas angin, tak cukup mampu mengusir keringat yang memenuhi pelipis Abian sekarang. Begitu juga dengan gadis di depanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN