“Nih tas elo ketinggalan di tempat gue.” Abian yang sudah dua hari yang lalu tak menampakkan batang hidungnya di depan Thea, hari ini tepatnya di hari yang hampir gelap, pria itu kemabli mengunjungi gadis yang masuk rumah sakit karena ulahnya. The mengernyit saat mendapati tasnya dibawa oleh Abian.”Perasaan gue belum pernah datang ke rumah elo deh. Kok tas gue bisa ada di elo?” “Elo habis berkunjung ke perusahaan ayah gue waktu itu.” “Perusahaan … ayah elo?” Abian hanya mengangguk, malas bersuara lagi. “SUMPAH?!” Thea meletakkan kedua tangannya di lengan Abian lalu menggoyangkannya dengan wajah berbinar. itu berarti Thea bisa dengan mudah menyelamatkan cabang kafenya yang ada di Malang. ia hanya cukup merayu pria yang berada di kamar inapnya ini untuk membantunya. “Eh, apaan nih? Lep

