“Yok, ini yang terakhir, gassken.” Abian menyuapkan sesendok makanan terakhir yang kemudian ia masukkan ke mulut Thea. Thea pun membuka mulutnya dan melahap habis makanan yang disodorkan oleh Abian kepadanya. Kegiatan Abian menyuapi Thea pun berakhir dengan lancar tanpa suatu halangan apapun. Karena kebetulan makanan yang Abian beli adalah makanan kesukaan Thea. Gadis itu akhirnya menuruti permintaan Abian untuk makan lantaran rasa lapar perutnya yang sudah tidak bisa ditoleransi. “Kalau nurut gini nih, elo keliatan manis banget.” “Kapan elo jilat gue? Kok tau kalau gue manis.” “Gue kan bilangnya keliatan manis bukan rasanya manis. Elo mau gue jilat?” ucap Abian seraya menjulurkan lidahnya ke arah Thea. “Hii, ogah! Ntar gue kena rabies lagi.” Thea bergidik. “Eh, jangan salah ya. Cew

