Pingsan

1159 Kata
Hari ini kelas pertama Karina adalah pelajaran olahraga sehingga Mereka semua di kumpul di lapangan "Sekarang kalian keliling lapangan 5 kali putaran setelah itu lanjutkan pemanasan di Pimpin oleh ketua Kelas" Ucap Pak Harto selaku guru olahraga Para Siswa langsung berbaris memanjang kemudian berlari mengelilingi lapangan "Aduh perutku sakit banget lagi" Hari ini adalah hari pertama Karina datang Bulan ia merasa perutnya sedikit sakit namun dirinya tetap berlari dengan pelan dua putaran berlalu Karina merasa perut nya semakin sakit dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya "Sayang Kamu gak kenapa-kenapa? " Tanya Alvian yang tiba-tiba saja sudah berlari di samping Karina "Perut ku sedikit sakit" "Kok bisa, ya udah kalau gitu kamu berhenti saja dan istirahat di UKS" Alvian menahan tangan Karina membuat gadis itu berhenti berlari "Gak apa-apa kok, ini sakit karena datang bulan sudah biasa Aku" Ucap Karina menenangkan Alvian yang tampak khawatir "Kamu yakin gak mau istirahat aja? " "Iya Sayang, ayo kita lanjut lagi larinya" Karina berusaha menahan rasa sakit di perutnya ia tidak ingin meninggalkan satu mata pelajaran pun Akhirnya ia kembali melanjutkan larinya sampai putaran terakhir "Ahh perutku sakit sekali" Keluh Karina dengan wajah yang sudah memucat serta keringat dingin yang bercucuran di dahinya tidak lama dari itu Karina pun jatuh pingsan "Karina" Teriak teman-teman nya yang melihat Karina jatuh di pinggir lapangan. Melihat hal itu Alvian pun segera berlari menghampiri Karina "Sayang Bangun" Ucap Alvian sambil menepuk pipi Karina Alvian pun segera mengangkat Karina ala Bridal Style menuju UKS. Teman-teman nya yang menyaksikan kejadian itu langsung di buat kagum dengan aksi heroik Alvian Alvian membaringkan Karina di atas ranjang UKS, di sana juga sudah ada perawat khusus yang di tempat kan di UKS "Dia kenapa? " Tanya perawat perempuan itu pada Erlangga "Dia pingsan tadi dia sempat mengeluh sakit perut karena sedang datang bulan" Jelas Alvian dan membuat perawat itu sedikit terkejut mengapa siswa Laki-laki ini bahkan bisa tahu bahwa gadis yang tengah berbaring inj sedang datang bulan "Apa gadis ini pacar mu? " Tanya perawat itu degan sedikit kepo Alvian hanya mengangguk "Bisa kah Anda segera memeriksanya" "Baiklah" Perawat itu mengambil stetoskop nya dan memeriksa denyut jantung Karina yang sedikit melemah karena keadaannya yang sehat "Dia hanya butuh istirahat dan berikan obat ini padanya ketika sudah sadar" Perawat itu memberikan beberapa butir obat pada Alvian "Baik, Terima kasih" Setelah memeriksa keadaan Karina perawat itu meninggalkan mereka berdua "Alvian Pak Harto memanggilmu" Ucap Salah satu teman kelas Alvian "Tapi aku sedang menjaga Karina dia sedang sakit" Alvian tidak ingin meninggalkan Karina seorang diri di UKS "Tidak apa nanti Aku yang menjaganya" Ucap Angel yang tiba-tiba saja sudah berada di sana Alvian terdiam sejenak "Baiklah, tolong jaga dia" Ucap Alvian lalu mengelus kepala Karina pelan sebelum ia meninggalkan ruangan itu "Lo tuh beruntung banget bisa di cintai Alvian begitu besar" Ucap Angel sambil memandangi Karina yang terbaring lemah "Tapi itu tidak akan bertahan lama karena sebentar lagi gue akan merebut semua yang lo miliki" Angel menatap jahat kearah Karina Eungh.. Lenguh Karina tersadar dari pingsan nya "Kamu sudah sadar Karina" Ucap Angel berpura-pura khawatir "Aku dimana? " Tanya Karina sedikit merasa linglung sambil melihat sekeliling nya "Kamu di UKS tadi kamu pingsan di lapangan" "Sayang Kamu sudah bangun" Ucap Alvian kembali ke UKS karena ingin mengantarkan Obat yang lupa ia berikan Pada Angel untuk Karina "Kepala Aku pusing" Ucap Karina sambil memegang kepalanya Alvian menuntun Karina untuk kembali berbaring "Kamu tiduran aja di sini, aku sudah izinin kamu ke Guru" "Oh iya ini obat kamu minum dulu yah" Karina menggeleng ia sangat tidak suka minum obat, sedari kecil dirinya memang tidak mau meminum obat ketika sakit. Karina bahkan lebih memilih di suntik dari pada harus menelan butiran-butiran pahit itu "Aku gak suka Sayang" Ucap Karina sambil menutup mulut nya dengan tangan "Terus bagaimana kamu bisa sembuh kalau gak minum obat" Alvian masih berusaha membujuk Karian Angel masih di sana menyaksikan sepasang kekasih yang sedang beradu argumen itu "Kamu harus minum obat Karina supaya kamu cepat sembuh, Kamu mau sakit terus dan tidak masuk mata pelajaran berikutnya" Ucap angel Karina terdiam sejenak sambil memikirkan ucapan Angel yang ada benar nya juga. Tentu saja Karina tidak ingin meninggalkan mata pelajaran begitu saja "Baiklah Aku akan meminumnya" Ucap Karina pasrah Syukurlah obat nya berukuran kecil dan hanya dua butir saja, walaupun begitu dia sangat berusaha keras untuk menelan obat itu agar tidak di muntah kan nya "Gitu dong, cepat sembuh yah Sayang" Alvian begitu senang akhirnya Karina berani juga untuk meminum obat "Oh ya Angel Makasih sudah jagain dan bantuin Karina agar mau meminum obat nya" Ucap Alvian "Gak apa kok Karina kan teman Aku juga" Ucap Angel Karina sangat senang mendengar perkataan Angel yang menganggap nya teman. Setelah merasa lebih baik akhirnya Karina bisa mengikuti mata pelajaran selanjutnya Sepanjang Mata pelajaran berlangsung tangan Alvian tidak pernah melepaskan genggaman tangan nya pada Karina. Sambil memberikan senyuman manisnya kepada Sang Kekasih "Sayang lepas dong tangan nya, nanti di lihat sama guru loh" Ucap Karina berusaha melepaskan tautan tangan Mereka "Biarin, semua guru kan juga tahu kalau kita pacaran" Ucap Alvian santai perdebatan kecil mereka tidak lepas dari pandangan Angel yang duduk tepat di belakang mereka bersama Anton "Resiko duduk dibelakang pasangan bucin" Ucap Anton pelan namun bisa di dengar oleh Angel yang duduk telan di sebelah nya "Mereka pacaran nya sudah lama ya? " Tanya Angel "Kayak nya sudah setahunan deh" "Kamu mau tahu gak kisah cinta mereka sebelum jadian lucu tahu" Ucap Anton dengan Kecerewetan nya Angel hanya mengangguk, walaupun enggan mendengarnya namun Angel juga sedikit penasaran "Karina dan Alvian berpacaran saat libur penaikan Kelas. Seluruh penghuni sekolah tahu kisah cinta mereka dan perjuangan Karina mendapatkan Alvian. Gadis ini sangat gigih dan juga pantang menyerah walaupun sudah si tolak berkali-kali oleh Alvian tapi dia tetap teguh dengan pendiriannya" Ucap Anton panjang lebar "Memangnya kenapa Alvian dulunya selalu menolak Karina, bukan nya Karina gadis yang cantik dan juga pintar" "Itulah yang menjadi alasan Alvian dia tidak ingin ada yang menyainginya, karena Karina pintar makannya dia tidak menyukainya" "Namun Karena kekuatan cinta yang diberikan oleh Karina akhirnya Alvian si Pria es balok akhirnya luluh juga dengan Bara Api cinta Karina" Ucap Anton hiperbola "Aku salut deh sama kegigihan Karina untuk mendapat kan cintanya Alvian, seandainya Aku yang duluan mengenal Alvian" Ucap Angel dengan sengaja "Hah? Kamu bilang apa tadi" "Gak kok Aku gak bilang apa-apa" .... Hari ini Alvian yang mengantarkan Karina pulang, ia begitu khawatir dengan kondisi Karina. Padahal jika dilihat Karina sudah baik-baik saja namun ia harus memastikan Karina pulang dengan selamat makanya dirinya meminta Karina untuk pulang bersama "Siapa tuh yang anterin Kamu pulang? " Tanya Ayah Karina "Itu Alvian yah pacar Karina" "Sayang kok muka kamu pucat banget" Tanya Linda melihat wajah putrinya "Tadi Karina pingsan di sekolah Bun" "Kok bisa? " "Perut Karina sakit banget soalnya lagi datang bulan terus jam pertama tadi olahraga jadi gitu deh" "Ya udah kalau gitu makan dulu terus istirahat saja di kamar jangan beraktivitas apapun" Ucap Ayah Karina
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN