"Ma, Karina berangkat dulu yah" Ucap Karina yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya
"Sarapan dulu sayang" teriak Linda yang melihat anaknya tengah memakai sepatu
"Nanti di kanti aja Ma, Karina udah Telat" Karina berlari kearah mobil
"Pak cepetan Karina sudah telat nih" Ucap Karina pada mang Dodi Sang Supir
"Siap Non, jangan lupa sabuk pengaman nya supaya kita aman" Ucap Mang Dodi bercanda
"Ih Mang Dodi Masih sempat bercanda lagi, Buruan Mang"
"Siap Non" Mang Dodi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Mang lebih cepat lagi dong" Ucap Bela yang gregetan dengan Mang Dodi
"Keselamatan Non nomor satu, nanti kita kenapa-kenapa lagi di jalan"
"Ya Ampun Mang ini juga demi keselamatan Karina di sekolah, Mang mau Karina di hukum karena telat"
"Owalah Ya sudah Non" Ucap Mang Dodi melajukan Mobil nya dengan kecepatan full
Akhirnya Bela pun sampai dengan selamat
"Pak jangan di tutup dulu, Izinkan Aku masuk yah" Ucap Karina pada Pak Toni satpam sekolah
"Maaf Neng,tidak bisa Neng Karina udah terlambat 5 menit . Mending Neng masuk ke Barisan orang- orang yang terlambat di sana" Ucap Pak Toni menunjuk Barisan di dekat pagar
Karina pun melangkah kan kakinya masuk Barisan
saat sudah di Barisan Karina merasakan ada yang mencolek pundak nya
"Alvian" Ucap Karina kaget melihat Alvian kekasihnya berada di Barisan yang sama dengan nya
"Hai sayang kok kamu bisa terlambat sih? " Tanya Alvian
"Aku tadi bangun nya kesiangan soalnya capek banget kemarin habis dari rumah Nenek, Kamu sendiri kenapa bisa telat" Tanya Bela
"Biasalah main game sampai tengah malam jadi paginya kesiangan juga" jelas Alvian
"Ih kok kita samaan sih, bangunnya kesiangan jodoh sih emang" Ucap Karina
Siswa yang berada tepat di sebelah Karina hanya menahan tawanya mendengar ucapan Karina
"Untuk siswa yang terlambat silakan iku saya" Ucap Pak Heru guru BK
Pak Heru membawa para siswa ke sebuah Toilet
"Kalian silakan membagi kelompok dan bersihkan seluruh toilet ini hingga bersih" Ucap Pak Heru membuat para siswa bersuara mengeluh
"Yah Pak, gak ada hukuman yang lain apa selain membersihkan Toilet" Ucap salah satu siswa
"Yang protes hukumannya akan Bapak tambah mencabut rumput yang ada di lapangan" Tambah Pak Heru
Mendengar hal itu membuat para siswa diam tidak lagi protes
Karina dan Alvian membersihkan satu toilet bersama
"Ya Ampun bersihin toilet sekalipun asalkan sama Kamu Aku mau kok" Ucap Karina sambil menggosok lantai toilet
karena toilet yang saling bersebelahan banyak siswa yang mendengar ucapan lebay Karina
Hoek..
Hoek..
Suara-suara siswa lain dari bilik toilet yang lain entah ia mual karena mencium bau dari toilet atau karena mendengar ucapan Karina barusan
"Sirik aja sih" Ucap Karina kesal
Setelah membersihkan toilet para Siswa yang terlambat diperbolehkan masuk ke dalam kelas
"Pasangan teladan kita sudah datang nih" Ucap Sam musuh bebuyutan Alvian
"Ngomong apa lo barusan" Ucap Alvian menarik kerah baju Sam
"Kenapa lo tersinggung dengan ucapan gue"
"Alvian jangan berbuat keributan di kelas, Kamu sudah terlambat masih mau buat ulah lagi" Tegur Pak Wahyu guru matematika yang tengah mengajar
"Dan Kamu Sam jangan mencoba memancing keributan di kelas Saya"
Alvian dan Karina kembali ke kursi Mereka. Alvian memberikan tatapan menusuk nya kepada Sam
Tidak lama Bela istirahat pun berbunyi Para siswa sudah berhamburan keluar kelas
Lain hal nya dengan Karina dan Alvian yang masih dikelas
"Kalian berdua kok bisa samaan gitu terlambat nya" Ucap Anton sahabat Alvian
"Namanya juga jodoh yah pasti sehati lah" Ucap Karina
Anton hanya memutar mata nya mendengar ucapan Karina
Alvian sudah terbiasa dengan sikap Karina yang sering mengatakan kalimat-kalimat bucin seperti itu
"Ke kantin yuk gue lapar nih" Ajak Anton
"Ayo Aku juga udah lapar banget soalnya gak sempat sarapan tadi di rumah" Ucap Karina menarik tangan Alvian
"Kamu pesan apa sayang? " Tanya Karina
"Sama kayak Kamu aja deh"
"Ya udah Aku pesan dulu yah" Ucap Bela pergi memesan makanan
Tidak lama makanan Mereka pun datang
"Kamu kok makan nya berantakan banget sih" Ucap Alvian sembari mengelap pinggir bibir Bela dengan tisu
"Makasih"
"Hai Bela, Alvian , Anton Aku boleh duduk di sini gak? " Tanya Angel Siswa pindahan di kelas Mereka
"Duduk aja ngel" Ucap Karina
Angel duduk di samping Karina berhadapan dengan Anton.
"Oh ya Angel Kamu betah gak sekolah disini? " Tanya Karina
"Sejauh ini betah sih soalnya Anak-anak di sini ramah-ramah" Ucap Angel
Mereka berempat makan dengan nikmat, tidak begitu banyak obrolan hanya sesekali Alvian mengelap bibir Angel yang selalu belepotan saat makan
Tentu saja hal tersebut tidak luput dari pandangan Angel. Gadis itu dari tadi terus memperhatikan interaksi Alvian dan juga Karina
"Kalian sudah selesai semua kan makan nya kalau begitu ayo kita ke kelas" Ajak Karina
Mereka berempat pun kembali ke kelas.
Setelah melewati jam pelajaran yang begitu melelahkan akhirnya jam pulang pun telah tiba
"Wah sudah bel tuh, asyik akhirnya bisa pulang juga" Ucap Karina dengan suara nyaring nya
"Sayang kamu mau langsung pulang atau kita jalan-jalan dulu" Ucap Alvian
"Pulang aja deh takut Bunda Nyariin"
"Ya udah deh, Kamu hati-hati yah pulang nya Aku mau latihan basket aja kalau gitu" Ucap Alvian sambil mengelus kepala Karina
"Aku pulang dulu yah Bye Sayang nya Aku"
Angel yang masih berada di dalam kelas terus memperhatikan pasangan itu
"Angel Kamu pulang nya naik apa? " Tanya Karina yang berjalan bersama Angel menuju Parkiran
"Aku bawa mobil sendiri kok"
"Ih Enak banget dong udah di bolehin bawa mobil sendiri" Ucap Karina sedikit iri
"memangnya Kamu belum di bolehin yah? "
"Iya nih kata Bunda ku tunggu lulus dulu baru di bolehin"
"Oh ya itu sudah ada supir Mama, Aku balik dulu yah Angel" Pamit Karina
"Oke Hati-hati yah"
Setelah Bela pergi dari hadapannya, Angel terus saja menatap punggung Karina sambil tersenyum aneh.
"Bunda Karina yang Cantik sudah pulang" Teriak Karina ketika sudah memasuki rumah
"Kebiasaan deh, awas nanti suaranya serak loh" Ucap Bunda yang tengah membuat kue di dapur
"Bunda lagi buat kue Asyik" Ucap Bela sambil mencium punggung tangan Bunda nya
sebuah kebiasaan yang selalu di tanam oleh orang tua Bela sejak dirinya masih kecil terutama sang Ayah yang selalu memberikan ajaran-ajaran terbaik nya pada Sang Putri
"Bun Ayah kapan pulang sih Bela kangen nih"
"Ada yang cariin Ayah yah" Ucap Renaldi Ayah Karina
"Ayah" Teriak Karina sambil berlari kearah Ayah nya lalu memeluk Pria itu dengan sangat erat menyalurkan kerinduannya
"Ayah kok tidak kabarin Karina sih kalau mau balik" Ucap Karina kesal
"Kejutan Sayang, oh ya Ayah ada sesuatu untuk Kamu" Renaldi memberikan sebuah Paper bag pad Karina
"Ini apa yah? " Karina membuka paper bag itu
"Wah Ayah kok tahu sih Karina lagi mau banget Beli ini" Karina langsung memeluk Sang Ayah saat tahu Ayah nya memberikannya sebuah MacBook Pro keluaran terbaru yang sudah lama ia idam-idam kan
"Bun lihat nih, Ayah Beliin Karina MacBook yang Karina idam-idam kan" Bela memamerkan nya pada Sang Bunda
"Ayah kok di beliin sih, kan Bunda bilang nanti aja belinya kalau Karina nilai nya Bagus" Ucap Bunda berpura-pura padahal itu semua adalah ide nya
"Oh Iya ya Bun, Ayah lupa Kalau begitu.. " Belum selesai Ayah nya berbicara Karina sudah lari begitu saja ke kamarnya sambil membawa hadiah dari Ayah nya
Ayah dan Bisanya hanya geleng-geleng sambil terkekeh melihat kelakuan Putri semata wayang nya