Pagi Harinya Karina sudah bersiap untuk pergi ke Kebun Teh milik Sang Nenek. Ia bersama Sang Bunda hanya berjalan kaki karena letak kebun yang tidak begitu jauh dari rumah Nenek Sofiah.
"Ma, Karina pengen deh suatu hari nanti tinggal di pedesaan kayak gini,tempatnya Asri terus orang nya juga ramah-ramah"
"Pedesaan memang bagus hanya saja bagi orang seperti kita akan sulit untuk beradaptasi jika tinggal dalam jangka waktu yang lama karena disini tidak ada yang namanya pusat perbelanjaan yang ada hanya pasar itupun buka hanya setiap hari minggu saja belum lagi koneksi internet tidak ada, kamu pikir akan mudah beradaptasi di lingkungan seperti ini" Ucap Bunda Linda yang paham jika anak nya adalah orang yang menganut budaya Anak kota
"Padahal Karina udah punya rencana mau buka usaha warung makan loh Bun" Ucap Karina
"Kamu ini ada-ada aja kalau ngomong" ucap Bunda Linda sambil menyentil kening Karina
"Aw Bunda sakit, Karina kan cuma bercanda"
Sampai lah mereka di Perkebunan Teh Nenek Sofiah
"Wah tempat nya masih sama seperti yang dulu yah Bun"
Karina begitu takjub akan pemandangan yang tersaji di depannya yaitu hamparan kebun teh yang cukup luas dengan beberapa pekerja Sedang memetik daun teh, ada pula yang tengah sarapan di dalam pondok sambil bercanda gurau
"Eh, Bu Linda kapan sampai nya Bu? " Tanya Hendra salah satu pekerja di kebun
"Pak Hendra apa kabar pak? Kemarin sore Pak sampainya"
"Alhamdulillah Baik bu, Ibu rencananya akan berapa lama di sini? "
"Sehari saja Pak, sore nanti kami akan kembali ke Kota"
"Owalah cepat sekali Bu, Saya pikir ibu akan lama di sini nya"
"Untuk sekarang belum bisa Pak, mungkin nanti kalau Karina libur panjang baru bisa menetap lebih lama"
"Wah Nak Karina Udah besar yah sekarang tambah cantik lagi, Dulu terakhir kali kesini masih bocah"
"Bapak Bisa aja, Karina jadi malu" Ucap Karina bercanda
"oh ya pak, di sini istirahat kerja masih sama kan Pak jam 11 siang" Tanya Linda
"Iya Bu, masih sama kok"
"Ya udah kalau begitu saat istirahat nanti bilangin sama para pekerja untuk datang ke rumah Mama saya yah, Kami sudah siapkan makanan untuk makan siang"
"Ya Ampun, Ibu kok repot-repot segala sih"
"Sekali-sekali Pak, mumpung saya disini, Oke jangan lupa datang yah Pak saya tunggu loh"
Karina yang dari tadi hanya memandangi hamparan perkebunan, pandangan nya tiba-tiba teralihkan pada seorang Laki-laki yang tidak asing bagi nya
"Pak, Laki-laki yang di sana itu bukannya zain yah? " Tanya Karina sambil menunjuk kearah Laki-laki yang tengah memetik daun teh ditengah kebun
"Iya Neng, itu zain anak nya Ustad Malik" ucap Pak Hendra
"Wah, Zain ternyata udah besar yah sekarang" ucap Karina
"Itu teman bermain kamu waktu kecil kan" Ucap buda Linda
"Iya Bun, Karina ke sana dulu yah mau nyamperin Zain kali aja masih ingat sama aku" Ucap Karina kemudian berlalu pergi menghampiri Zain
"Eh, sebaiknya tidak usah Neng" Ucap Hendra ingin menghentikan Karina
Namun gadis itu tidak mendengarnya dan terus berjalan kearah Zain
"Memang nya Kenapa Pak? " Tanya Bunda Linda
"Zain itu anak nya Alim sekali Bu, maklum lah Anak pesantren. Dia tidak mau berdekatan dengan lawan jenis bahkan saat berbicara tidak pernah memandang mata lawan bicaranya jika itu seorang perempuan, pokok nya Sholeh banget Bu kerjanya hanya di Masjid terus Bu kalau tidak yang di pesantren" Jelas Pak Hendra
"Masya Allah, bagus dong Pak"
"Ibu tau gak, kalau Zain itu dekat sekali dengan Ibu Sofiah"
"memang iya? " Tanya Linda
"Iya Bu, makanya sekarang dia Bantuin di kebun karena sedang libur, Ibu Sofiah kalau lagi senggang biasanya datang mengunjungi Zain di Pesantren Bawain Zain makanan"
"Bagaimana Ibu saya bisa mengenal Zain? " Tanya Linda lagi
Hendra tampak sedikit berpikir
"Sebenarnya Waktu itu Ibu Sofiah sempat di temukan pingsan di depan Rumah nya Bu, terus Zain lah yang menolong Ibu Sofiah. Dia membawanya ke Puskesmas terdekat" Jelas Hendra
Linda yang mendengar itu langsung kaget
"Kenapa Mama tidak Menelpon ku saat itu"
"Ibu Sofiah melarang memberitahukannya Bu, takut Ibu khawatir katanya"
Linda hanya menunduk,ada rasa bersalah di hatinya.
Ditempat berbeda Karina dibuat kesal dengan Laki-laki didepannya ini yang dari tadi mengabaikan nya bahkan saat ia ingin menjabat tangan Zain , Laki-laki itu menolak dan hanya mengatupkan kedua telapak tangannya di dada
"Zain apa kau lupa padaku, Aku Karina teman kecil mu dulu? " Karina masih berusaha mengajak Zain mengobrol
"Aku mengingatmu" Ucap Zain singkat tanpa melihat kearah Karina
"Apa kau bekerja juga di sini? " Tanya Karina
Zain hanya Mengangguk
"Aaaa Ada ulat " Teriak Karina saat melihat ada ulat kecil di bajunya kemudian gadis itu melompat kearah Zain
"Astaghfirullah Nona,jangan seperti ini saya mohon" Ucap Zain menjauh kan dirinya dari Karina yang tangah memegang bahunya
"Maaf kan Aku, Aku tidak sengaja" Ucap Karina membetulkan Posisi nya
"Bisakah Anda pergi dari sini, Tidak enak jika kita hanya berdua di tengah kebun seperti ini" Ucap Zain
"Apa kau mengusir ku? " Tanya Karina yang sedikit tersinggung
Zain hanya diam tidak menjawab
"Dasar Pria sombong" Ucap Karina kesal kemudian pergi dari tempat itu
"Bun, Ayo kita pulang Aku tidak suka di sini" Ucap Karina menarik tangan Linda
"Ada apa sayang? " tanya Linda heran melihat sikap Putri nya yang tiba-tiba berubah
Pak Hendra yang masih di sana hanya menahan senyumnya
Akhirnya Linda dan Karina pun kembali Ke rumah Nenek Sofiah
"Kamu kenapa sih, cemberut terus dari tadi? " Tanya Linda
"Bunda tau gak tadi pas di kebun Aku di usir sama Zain" Ucap Karina dengan wajah ditekuk
"Kok bisa"
Karina pun menceritakan kejadian di kebun barusan kenapa Bunda nya
"Kamu sih, pakai acara nemplok segala ke Zain jadi di Usir deh" Ucap Linda sambil cekikikan
"Bunda ihh, Karina sebel tahu"
"Zain itu berbeda dengan Laki-laki lain pada umumnya dia memang menjaga dirinya dari wanita yang bukan Muhrim" jelas Linda
"Karina kan gak tahu Bun"
"Sudah mandi sana, gak usah di pikirin lagi"
~ Menjelang Sore Karina dan Bunda Linda memutuskan untuk kembali ke Kota
Mereka sudah berkumpul di teras rumah untuk berpamitan kepada Nenek Sofiah
"Ma, jangan sedih begitu dong, Linda janji kalau Karina libur kami sekeluarga akan ke sini lagi" Ucap Linda memeluk Mama nya
"Karina bakal kangen Banget sama Nenek" Ucap Karina sambil memeluk erat Nenek Sofiah
"Rumah ini akan terasa sepi lagi" Nenek Sofiah akan selalu begini ketika akan di tinggal kembali oleh Anak dan Cucu nya
"Ma, kalau terjadi sesuatu sama Mama segera hubungi Linda, jangan pernah menyembunyikan apapun dari Linda Ma"
"Baiklah, Kalian hati-hati di jalan tidak usah ngebut, kabari Mama kalau kalian sudah sampai"
Karina dan Linda hanya mengangguk
"Kami pergi dulu Ma"
"Dahh Nek, jangan keseringan nonton Televisi yah" Ucap Karina yang sudah berada di dalam mobil sambil melambaikan tangannya