Ke rumah Nenek

1037 Kata
Setitik Cahaya mampu mengubah perjalanan hidup gadis cantik berlesung pipi yang kini masih bergulung dibawah selimut hangat nya. Cahaya yang entah kapan akan dia dapat kan, hanya waktu yang akan menjawabnya. "Karinaaaaa" Teriak Linda Bunda dari Karina eungh.. lenguh Karina yang masih menggeliat seperti ulat di atas kasur empuknya Tok tok tok Bunda Linda sudah tidak bisa menahan kesal nya pada anak gadis nya ini "Karina kalau belum bangun juga bunda siram air yah" Ancam Linda "Iya bun ini Karina udah bangun nih" Ucap Karina yang masih mengucek-ucek matanya Karina membuka pintu kamarnya ternyata masih ada bundanya di sana dengan wajah kesal nya "Kamu ini, anak gadis tapi kok bangun nya siang mulu" Oceh Linda "memang nya sekarang sudah jam berapa sih bun? " tanya Karina "Jam 10 Karina" "Ya Ampun Bun, baru jam 10 juga. Karina kira udah jam berapa" Ucap santai Karina Linda hanya melongo di buatnya "Eh mau ngapain? " tanya Linda yang melihat Karina menutup pintu kamarnya "Mau tidur Bun, Karina masih ngantuk banget nih Hoam.." Ucap Karina Sambil menguap "Ya Ampun ngidam Apa sih Bunda sampai punya anak gadis modelan nya begini" " Tidak ada tidur-tidur lagi, sekarang Mandi terus kita pergi ke rumah Nenek" Ucap Linda sambil menarik tangan Karina menuju kamar mandi yang ada di kamar gadis itu " Bun, Aku bisa sendiri kenapa pakai di siram segala sih" Ucap Karina yang matanya seketika terbuka saat merasakan air yang menyentuh kulit nya "Kalau tidak di giniin kamu tidak akan mandi nanti nya" Linda terus menyiram tubuh gadis itu menggunakan shower "Udah ini mandi sendiri Bunda juga mau siap-siap dulu" Linda memberikan shower itu kepada Karina kemudian beranjak pergi dari kamar gadis itu. "Karina sudah belum, cepat turun nanti keburu sore kita Sampai nya" Teriak Linda dari lantai bawah "Iya Bun ini Karina sudah siap nih" Karina sudah siap dengan dandanan nya yang sedikit terbuka dimata Bunda nya " Ya Ampun Karina! Baju apa yang kamu pakai ini, sana ganti, Bunda tidak mau yah penyakit Nenek kamu kambuh lagi liat penampilan mu yang seperti ini" Tegur Linda yang melihat penampilan putri nya yang hanya menggunakan tank top dilapisi kardigan tipis transparan serta rok sepaha "Bunda ini tuh fashion tau, Karina gak mau ganti nanti ribet lagi" Ucap Karina yang tidak ingin mengganti pakaiannya "Ganti atau Handphone kamu Bunda sita" Ancam Linda yang sukses membuat gadis itu kembali kamarnya Sepuluh menit berlaku akhirnya Karina keluar juga dari kamarnya "Nah kalau begini kan cantik, rapi dan tentunya sopan" Ucap Linda melihat penampilan putrinya yang sudah mengganti pakaiannya dengan celana panjang dan baju kaos over size Bela hanya memutar mata nya malas "Kalau begitu Ayo kita pergi" Ucap Linda semangat Karina dan Bunda nya berangkat berdua menggunakan mobil Bunda nya Perjalanan ke rumah Nenek Karina memakan waktu sekitar 2 jam karena letaknya di Pedesaan selama perjalanan Karina hanya tertidur karena semalam ia begadang menonton Drama Korea favoritnya sampai larut malam. "Sayang bangun kita sudah sampai" Linda mengguncang tubuh Karina pelan "Mah sedikit lagi Karina masih mengantuk nih" Ucap gadis itu dengan mata yang masih tertutup "Nanti tidur nya lanjut di dalam saja" . "Cucu Nenek yang cantik ini sudah datang rupanya" Ucap Nenek Sofiah yang begitu senang melihat Cucu kesayangan telah datang "Nenek, Karina kangen banget tahu sama Nenek" Ucap Karina manja sambil memeluk lengan Neneknya Gadis yang kini menginjak usia 18 tahun itu tak ubahnya anak kecil berusia 7 jika sudah bersama Sang Nenek "Nenek juga kangen sama Cucu cantik Nenek" Ucap Nenek Sofiah sambil mengelus lembut kepala Karina "Ma, Maaf kami hanya bisa menginap semalam saja soalnya Linda masih ada kerjaan di butik terus Karina juga harus masuk sekolah Ma" Ucap Linda "Mama paham kok, kalian kesini aja Mamah sudah sangat Bahagia" Nenek Sofiah adalah Seorang Janda beranak Satu yaitu Linda Bunda dari Karina. Suaminya telah lama meninggal saat Karina masih kecil, sehingga Karina tidak tahu rasanya memiliki seorang Kakek sebab Ayahnya pun seorang Yatim Piatu, karena hal itu membuat Karina sangat Menyayangi Nenek Sofiah. "Nek, Karina sudah punya Pacar Loh" Ucap Karina yang begitu jujur pada Nenek nya "Benarkah? Wah Cucu Nenek memang Cantik pasti banyak Laki-laki yang naksir" Ucap Nenek Sofiah Nenek Sofiah tentu saja kaget mendengar bahwa Cucu nya ternyata mempunyai seorang pacar yang tentunya menimbulkan sedikit ke khawatiran di dalam hatinya "Sayang Nenek cuma berpesan untuk fokus dalam belajar, pacaran boleh namun jangan terlalu di prioritas kan, ingat kamu masih bersekolah jadi utamakan dulu urusan sekolah mu yah" Ucap Nenek Sofiah dengan lembut " Iye Nek, Karina akan fokus belajar dan membuat Nenek, Mama sama Papa bangga sama Karina" Inilah yang Sofiah suka dari Cucu nya, begitu ceria dan juga optimis yang menjadi sumber kebahagian Keluarga mereka. "Katanya tadi kamu mengantuk sudah sana masuk ke kamar tidur" Ucap Linda "Ih Bunda, tidak lihat apa Karina lagi melepas Rindu sama Nenek" "Kok sudah mengantuk sih masih Sore loh ini" Ucap nenek Sofiah " Semalam dia habis begadang Ma, Nonton drama favorit nya" Bela hanya cengengesan memperlihatkan gigi nya yang rapi. ~ Malam Harinya mereka sudah berkumpul bersama di meja makan "Ini pasti sambel buatan Bi Tika,rasanya masih sama selalu enak" Ucap Bela sambil memberikan acungan jempol "Non bisa saja mujinya" Ucap Bi Tika tampak malu "Bi kenapa tidak bikin warung makan saja sih, pasti laku nih kalau Bibi yang masak" "Kalau Bibi buka warung terus yang temani Nenek di sini siapa dong" Ucap Nenek Sofiah tidak Terima "Oh Iya yah, nanti Nenek tidak ada teman dong, kalau begitu resep nya kasih Karina aja Bi biar Karina yang buka warung" Ucap Karina asal membuat Bi Tika tertawa mendengar nya "Tidak usah sok sok an mau Buka warung masak telur saja suka gosong" Ucap Linda menimpali mengundang gelak tawa mereka semua kecuali Karina yang sudah memasang wajah masam nya "Bunda ih, menjatuhkan harga diri Karina aja" Karina hidup di tengah Keluarga yang harmonis sehingga dirinya selalu di limpahi kasih sayang yang begitu banyak. "Ma, Bela tidurnya sama Nenek yah Bela kangen banget sama sapuan lembut tangan Nenek di kepala Karina" Ucap Karina meminta izin pada Ibunya "Memang kamu sudah bilang sama Nenek mau tidur di kamarnya" "Itu mah gampang, lagian Nenek juga tidak akan nolak kok" "Ya sudah pergi lah sana" Karina pun melangkah kan kaki nya ke kamar Sang Nenek.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN