BAB 52

1060 Kata

Kini, di parkiran sekolah, aku hanya bisa menundukkan kepala sambil menahan ledakan tangis yang sudah menggebu-gebu padahal aku belum tahu apa alasan kak Ali memanggilku ke sini sampai harus menghampiri ke kantin yang sedang ramai-ramainya. "Hafshah, kakak laki-laki kamu." Aku langsung mendongak. "Ada apa sama kak Farhan?" tanyaku parau. "Dia sedang dalam perjalanan pulang, tapi ...." "Tapi apa, Kak, jangan sepotong-sepotong gini." Aku sudah tidak bisa menahan ledakan tangisku. Aku menangis meraung-raung seperti yang pernah aku lakukan di rumah. Kak Ali langsung kelabakan, posisinya saat ini sedang istirahat, jadi banyak yang berlalu lalang. Kak Ali menarik tanganku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku yang sudah tidak bisa menahan tangis hanya bisa mengikutinya seperti itik mengikuti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN