Liburan telah berlalu begitu saja, dengan segala kesan berbagai rasa yang dapat kujadikan pelajaran untuk hari ini dan seterusnya. Pagi ini aku sudah menjadi anak kelas dua belas. Setelah pamit dengan kak Ali di parkiran, aku langsung menuju mading. Sebenarnya aku sudah tahu kalau kelasku di dua belas satu, kak Ali sudah memberitahukannya, tapi rasanya tidak seru jika tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri. Di mading aku bertemu dengan Mala, Bilqis sudah datang lebih dulu, dia yang memberitahu kami di grup chat. Kita satu kelas lagi karena bisa mempertahankan nilai. Aku peringkat satu, Bilqis peringkat empat dan Mala peringkat lima. Dua belas satu itu berisi anak-anak yang memiliki peringkat sepuluh besar. Mala langsung merangkulku, seperti biasa, ada saja hal yang ia lakukan sampai

