BAB 48

1032 Kata

Hari liburanku kali ini lebih banyak dihabiskan bersama kak Ali. Dimulai dari belajar masak, nonton film thriller, berdebat dengan masalah sepele, dan lain sebagainya. Tapi dipikir-pikir asyik juga. Yang biasanya liburanku penuh dengan rebahan, kini sudah taubat. Yang biasanya setiap kali liburan diomeli mama karena malas-malasan, sekarang justru disayang-sayang walaupun masih sering bertengkar kecil. Itu juga karena aku yang baperan. Aku akui itu. "Hafshah." Aku yang sebelumnya sibuk memencet jerawat langsung menoleh ke arahnya. Setelah salat Dhuha kak Ali sering sekali tidur, aku kesepian, jadi lebih baik mencet jerawat. Saat aku menoleh dia menepuk kasur sambil memejamkan mata. "Sini." Aku mendengkus. "Enggak mau, aku enggak mau tidur, masih pagi dan bentar lagi siang. Jangan ngaja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN