Freya membuka kedua matanya dengan perlahan. Rasa dingin yang menusuk kulit hingga terasa menembus ke tulangnya, membuat gadis itu kembali tersadar dari pingsannya yang cukup lama itu. Sambil tetap dalam posisi berbaring di lantai yang dingin, Freya menatap sekeliling tempat dia berada saat ini. Semuanya tampak remang-remang di mata Freya, tentu saja karena cahaya yang menyinari ruangan itu hanyalah cahaya lilin. Freya pun mengingat kejadian mengerikan yang baru saja menimpa dirinya. Hingga kini Freya masih tidak mampu mempercayai bahwa identitas dari pembunuh kejam yang telah membunuh sahabat-sahabatnya tidak lain adalah Thomas yang merupakan kekasihnya sendiri. Thomas yang selama ini selalu bersikap baik padanya. Thomas yang selalu mengabulkan semua keinginannya. Thomas yang selalu be

