Mengenakan pakaian serba hitam tanda dirinya sedang berduka, Freya duduk seorang diri di teras rumahnya. Dari sorot matanya yang kosong terlihat dia sedang melamunkan banyak hal. Tatapannya terus tertuju pada tangannya yang masih dililit perban pada bagian tiga jarinya yang sudah tak utuh karena dipotong oleh Jerry kala itu. Freya menatap sendu pada perban itu, merasa dirinya kini tak sama lagi dengan dulu. Selain karena tangannya yang cacat, dia juga tak bisa melupakan fakta bahwa dirinya telah menjadi seorang pembunuh. Tak peduli meski polisi menyatakan dirinya tak bersalah karena tindakannya kala itu dianggap sebagai upaya pembelaan diri. Mengabaikan kenyataan Dustin selalu menghibur, membujuk dan meyakinkan dirinya untuk tak menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Jerry, tetap saja

