Aroma pekat dari obat-obatan merasuki indera penciuman Dustin begitu tersadar dari tidurnya, Dustin menyadari dirinya tengah berada di rumah sakit. Dengan amat perlahan, pria itu mencoba membuka kedua mata. Seketika dia menyipit karena cahaya lampu yang menyala tepat di atas sana, menyilaukan penglihatannya. Dustin masih berusaha menyesuaikan penglihatannya, hingga saat kedua matanya mulai terbiasa, dia pun berniat untuk bangun namun urung begitu merasakan sakit yang amat sangat di bagian perut dan paha. Jangan lupakan belakang kepalanya yang juga terasa berat. Dustin menghela napas panjang, dia baru teringat tubuhnya memang mengalami beberapa luka yang amat serius dan mirisnya orang yang memberikan semua luka itu adalah seorang sahabat dekat di masa lalu. Dustin menggulirkan mata ke s

