CHAPTER 18

2390 Kata

Freya merasa sangat kesal dan sedih saat ini. Seorang diri berada di rumahnya. Gadis itu sedang meringkuk di atas ranjang di dalam kamarnya, dengan kepala yang ditenggelamkan pada bantal yang sudah banjir dengan air mata. Freya terus menangis sejak dirinya pergi meninggalkan Dustin tanpa kata-kata. Hatinya terlalu sakit jika mengingat kejadian di rumah sakit tadi.  Tak ada yang  satu orang pun yang mencoba untuk menghiburnya karena dia memang tinggal seorang diri setelah berhasil mewujudkan impiannya untuk membuka butik sendiri. Dengan alasan ingin belajar hidup mandiri dan cukup percaya diri karena dirinya memiliki penghasilan sendiri, Freya memutuskan untuk memiliki rumah sendiri dan meninggalkan rumah yang sudah dia tempati bersama orangtuanya sejak dilahirkan ke dunia.  Freya selalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN