Pagi ini, Lili sudah terlihat fresh seperti tanaman yang sedang ia siram di halaman rumahnya. Rambutnya yang masih basah sedikit berkibar karena tertiup angin. "Pagi, Li. Rajin banget sekarang, nyiram bunga, padahal dulu kalau pagi Bapak kamu harus teriak-teriak bangunin kamu sampe kedengeran ke rumah tetangga," celetuk seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah tetangga Lili dan Juna. Sontak Lili menghentikan kegiatannya, ia mengangkat kepala dan menoleh ke arah ibu-ibu yang rumahnya tak jauh dari sana tapi terkenal julid. "Hidup harus berubah, Bu," balas Lili singkat tapi realistis. "Bagus deh, itu artinya kamu sadar diri, tapi lebih bagus lagi kalau udah punya anak. Kasihan Juna udah tiga puluh tahun lebih belum punya anak. Nanti disaat teman-temannya udah jadi wali nikah,

