Aku cukup tahu diri untuk diam di rumah orang lain. Setelah tahu jika Shanum tak ada di kampung halamannya, seharusnya aku langsung pulang. Akan tetapi ... pada saat itu momennya sungguh tidak tepat. Aku bertemu dengan Resa dan setelah itu tentu aku juga bertemu dengan kedua orang tuanya. "Loh, jadi Neng Shanum tidak ada di kontrakannya?" Saat itu aku hanya bisa memijat kening atas pertanyaan Bi Sumi ataupun Mang Sunarya. "Neng Shanum meminta mamang meminjam uang dengan jumlah yang sangat besar! Mamang harus mengirimkan uang itu ke yayasan. Sebenarnya ada apa yang terjadi di antara kalian? Kenapa Neng Shanum bisa memiliki hutang yang begitu banyak seperti itu?" Rasa bersalah juga menghantui pikiranku. Karena ternyata surat tagihan itu akan berbuntut panjang bagi keluarga mereka.

