72. His Trauma

1057 Kata

“Hei!” Rasanya aku ingin menjitak saja di kepalanya. “Bu Shanum, calon istri dari saudara Pak Arsya? Dokter juga?” “Bukan, dia pimpinan yayasan pendidikan!” “Wah keren, dong! Dasar! Mulutnya benar-benar! “Hubungan kami tidak sampai sejauh itu, Bu,” ulasku mencoba mengklarifikasi. Tidak baik membuat orang lain salah paham. Urutan siswa yang terakhir telah usai diperiksa, kali ini Arsya pun menuju ke tengah ruang kelas. Untungnya, Bu Wasrini juga pergi dari sampingku, karena yang berikutnya adalah giliran kelasnya. “Baik! Adik-adik, semuanya sudah diperiksa?” “Sudah, Pak Dokter!” “Baiklah! Setelah ini, Pak Dokter mau lihat dan periksa, nih, hasil tes kesehatannya! Nanti kalau ternyata ada hasil tes yang kurang baik, akan Pak Dokter panggil dan harus datang ke gedung layanan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN