Deborah Cox berdiri di ambang jendela saat memandangi van hitam itu mendekati halaman depan rumahnya. Ia berdiri melamun di sana sembari mengikuti pergerakan seorang pria yang keluar dari dalam Van, dengan pakaian lusuh dan sepatu bot hitam besar yang selalu dikenakannya. Pria itu mengenakan topi stetson untuk menutupi helai rambut pirangnya, sedangkan tubuhnya yang memiliki tinggi mencapai seratus sembilan puluh sentimeter itu dibalut oleh kaus putih berlengan pendek dan jaket jeans dengan warna hampir pudar. Ia masih pria yang sama sejak dua puluh tahun Deborah menikahinya, kecuali karena dosa yang pernah ia lakukan dalam beberapa tahun hidupnya. Sejauh ini, Deborah hanya berpegang pada kepercayaan bahwa pria itu benar-benar telah berubah dan balik mencintainya seperti dulu. Deborah men

