Tak terasa Sherina sudah menghabiskan waktunya membaca buku selama berjam-jam. Dan selama itu Sagara tak kunjung bangun. Padahal hari sudah mulai beranjak siang. Dengan hati-hati Sherina menggeser kursinya tak ingin menimbulkan suara keras. Tapi usahanya itu sia-sia saja ketika kelopak mata Sagara perlahan terbuka. Sherina menggigit bibir bawahnya gugup begitu netra jelaga Sagara langsung mengarah ke arahnya. Dia masih setengah berdiri ketika Sagara menegakkan tubuhnya. "Mau kemana?" tanya Sagara dengan suara serak khas bangun tidur. Sherina mengerjap, sebelum menjawab."Mau balikin buku ini." Sagara hanya ber-oh ria sembari merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Sherina memanfaatkan kesempatan itu dengan segera beranjak dari kursinya. Buru-buru mengembalikan buku yang sempat dia

