Gadis idola
Silvia gadis 20 tahun cantik rupawan,pintar sangat lugu.ia menjalani aktivitas yang tak lupa selalu didasari dengan rasa syukur kepada sang pencipta alam semesta, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala Dzat Yang Maha menguasai langit dan bumi dan maha segala-galanya.
Aktivitas rutin Silvia yaitu menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri di salah satu universitas negeri di Indonesia. Selain seorang mahasiswi yang cantik rupawan, pinter dan lugu Sylvia juga seorang gadis yang gemar berorganisasi di lingkungan masyarakat sekitarnya.
Silvia adalah gadis idola dari para jejaka yang ada di lingkungan masyarakat di sekitarnya,dan sebagai idola dilingkungan kampus dimana dia menempuh pendidikan perguruan tinggi negeri disalah satu daerah di Indonesia.
Karna kecantikan dan kepintarannya lah membuat para lelaki banyak yang mengidolakan dia.padahal Silvia adalah cuma gadis desa yang sederhana,tetapi karna kepintarannya atau kecerdasan otaknya sehingga dia bisa masuk kesalah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yaitu melalui jalur biasiswa.
Silvia harus berusaha keras supaya apa yang ia cita - citakan bisa tercapai,..cita-cita cita Silvia adalah ingin menjadi orang yang sukses dunia dan akherat.syarat untuk mendapatkan itu adalah tidak mudah, maka dari itu Silvia berusaha keras untuk menuntut ilmu hingga perguruan tinggi dan mempunyai talenta.
Di perguruan tinggi negeri tersebut Silvia mempunyai dua teman laki - laki yaitu yang berasal dari daerah yang sama ,tempat dimana Silvia tinggal .mereka adalah Rasya dan dion.meski dalam satu kampus tetapi mereka berbeda dalam mengambil jurusan sehingga mereka susah untuk bertemu di setiap saatnya. Silvia adalah mengambil jurusan akuntansi, rasya mengambil jurusan arsitektur,,dan Dion mengambil jurusan S.1 manajemen.walau telah melanjutkan studinya di perguruan tinggi tetapi Silvia tetap rendah hati dan dan tidak sombong kesesama teman maupun dengan orang - orang di atas usianya.
Dan sifat - sifat seperti itulah yang akhirnya membuat kedua temanya itu saling jatuh cinta pada Silvia,yaitu Rasya dan dion.tetapi apalah daya karena Silvia mempunyai tekad dan cita - cita yang tinggi,sehingga Silvia tidak begitu menghiraukan perhatian - perhatian yang diberikan oleh kedua temanya yaitu Rasya dan dion.
Libur semesterpun telah usai ,Silvia pun akan kembali kekampus tempat ia menempuh pendidikan perguruan tinggi negeri tersebut,begitupun juga dengan Rasya dan Dion mereka sama - sama kembali melanjutkan dikampus dimana mereka menempuh jenjang pendidikan yang telah ia cita - citakan .Dan pagipun menjelang mereka bertiga seperti biasa melakukan aktivitas pagi yaitu berangkat ke kampus dengan menggunakan kendaraan yang berbeda - beda pula.
Silvia berangkat kekampus dengan menggunakan kendaraan angkot,Rasya berangkat kekampus dengan menggunakan mobil mewah dan Dion berangkat kekampus dengan naik motor besarnya.
Silvia di kota tinggal di kos-kosan Begitu juga dengan Dion, tetapi tempat kos-kosan mereka yang berbeda dan cukup jauh jaraknya, oleh Rasya Iya tinggal di apartemen yang mewah, karena rasya anak dari orang yang berada atau orang kaya. Setelah Sesampainya di kampus tiba-tiba dengan tidak sengaja dia menabrak Silvia dari arah yang berlawanan"
Praakkk...........
Suara modul yang dibawa Sylvia jatuh di lantai"
Silvia pun terkejut dan bertanya Rasya"
Kenapa kok dengan tiba-tiba kamu ada disini Rasya?
Mau ke mana?
Tanya Silvia dengan suara lembut"
Tasya pun menjawab dengan penuh rasa malu dan sambil membantu Sylvia merapikan modulnya yang satu di lantai karena tertabrak oleh Nya.
Eeeeee .......dengan rasa yang berdebar - debar sambil menarik nafas yang teramat dalam"
Iya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Sylvia"
" Kebetulan aku ada kepentingan sama teman aku di lingkungan ini"
" dan Silvia pun mengangguk percaya begitu saja kalau jawaban rasya"
" matahari itu cuma alasan aku saja Jawab rasa dalam hati"
" alasan yang sebenarnya adalah rasa rindu dan ingin bertemu serta mengobrol bersama Selvia. Walaupun satu kampus tapi mereka berbeda jurusan jadi ingin bertemu pun susah, apalagi Sivia kan sepulang dari kampus dia juga harus mencari sampingan kerja untuk tambahan biaya hidupnya di kota.
Dan walau rasya menaruh hati ke Silvia" tetapi rasya juga memahami akan kesibukan Silvia, dan sebagai teman yang baik maka Rasya tidak akan memaksa Silvia jika memang sudah tidak ada waktu untuk bertemu dengannya. Dan salah satu cara mereka supaya bisa bertemu dan bercanda itu ketika ada waktu di kampusnya.
Tapi karena handphone Silvia kadang susah dihubungi akhirnya rasya memberanikan diri tanpa ada perjanjian terlebih dahulu menemui Selvia, dan itulah yang terjadi. Ternyata dion juga mempunyai cara yang sama seperti rasya, yaitu jika Silvia susah dihubungi maka ia mencari sampel di ruangan kampus di sekelilingnya, dan ternyata tidak menemui Silvia lagi bersama dengan Rasya, mereka kelihatan asyik bercanda gurau.
Dan alangkah sakitnya hati Dion melihat silvia gadis idamannya lagi berduaan dengan Rasya yaitu teman sekampusnya juga, di desa dengan Dion juga telah saling mengenal atau saling berteman, dan betapa terpukulnya Dion mengetahui akan keadaan ini yaitu ternyata Rasya mencintai Silvia sebagaimana halnya dia.
Dion di desa tinggal bersama kedua orangtuanya, tanda hasil di desa tinggal dengan neneknya yang sudah tua renta, tetapi sesungguhnya kedua orang tua Rasya masih ada dan tinggal di luar negeri, dan dari kecil Rasya Emang tinggal dan tumbuh besar bersama neneknya di desa.
Tetapi kebutuhan rahasia neneknya semua tercukupi oleh orang tua rasya. Tapi walau tinggal di desa bersama nenek rasya selalu berkehidupan mewah, layaknya orang-orang kaya yang tinggal di kota-kota besar as jadi tidak heran jika Rasya di kota tinggal di apartemen yang yang mewah juga. Lain dengan Silvia, Dia adalah anak dari orang yang tidak punya atau orang miskin, tapi kalau Dion masih lumayan tidak terlalu kaya tetapi orang tuanya masih bisa mencukupi kebutuhan Dian setiap harinya.
Cantik untuk biaya kuliah dan biaya kehidupan sehari-hari di kota yang tidak perlu bersusah payah mencari sampingan kerja sebagaimana Silvia. Walau harta dan benda membedakan mereka yaitu Dion tetap jatuh hati kepada Silvia Tetapi dia belum berani mengungkapkannya, karena dengan karena dia paham sudah belum memikirkan untuk pacaran apalagi menikah, maka alasan itulah Dian Bertahan untuk tetap menunggu Silvia.
Jadi dengan cara chatting dan bercanda gurau di medsos Itulah salah satu cara Dion memberi perhatian kepada Silvia. Begitu juga dengan Rasya, Iya juga siap nunggu Silvia hingga bisa membukakan hati untuknya. Diantara mereka berdua yaitu rasya dan Dion salah satu diantara mereka tidak tahu Jika ternyata mereka sama-sama memiliki perasaan yang sama kesilvia.
Tapi meski begitu dia tetap tidak akan mundur dari Rasya, karena status Silvia juga yang masih menjomblo. Oleh karena itu latihan berani maju bersaing dengan Rasya untuk mendapatkan Silvia. Karena menurut Dion biarlah Silvia yang memilih atau memutuskan an8 diantara mereka berdua yaitu Dion atau raja yang akan dipilih oleh Silvia.
Hari demi hari, Waktu demi waktu pun telah berlalu, dan merekapun selesai dalam menempuh pendidikannya yaitu di perguruan tinggi negeri di kota. Mereka pun kembali ke desa dan kembali ke keluarganya masing-masing. Kembali ke Ibunya dan adik-adiknya, Rasya kembali bersama neneknya, dan Taeyeon pun kembali ke kedua orangtuanya.
Sesampainya mereka berkumpul dengan keluarganya masing-masing, The Love Triangle atau ( cita segi tiga) pun berlanjut di desa. Mereka bertiga telah berhasil meraih cita-citanya yaitu dengan mendapatkan gelar sarjana. Dan kehidupan pun terus berlanjut Begitu juga dengan perasaan rasya ke Silvia dan Dion ke silvia sama-sama tetap teguh pada pendiriannya yaitu menunggu jawaban dari Gadis idamannya itu Silvia.
Dan hari demi hari yang mereka tunggu yaitu ingin mengutarakan perasaannya kesilvia akhirnya pun datang. Di mana ternyata raja yang lebih dahulu mengungkapkan perasaannya ke Silvia" dan Silvia pun belum bisa langsung menanggapi atau menjawabnya yaitu dari apa yang dia sampaikan tentang perasaannya.
Silvia.......?
Ucapa Rasya dengan nada rendah dan halus"
Silvia pun menjawab menjawab"
Iya Rasya".........
Dengan nada halus dan sopan sekali ke Rasya"
Memang Silvia orangnya sekali bila berkata atau menjawab pertanyaan dari siapapun,karena itu adalah salah satu didikan dari orang tuanya yang harus ia patuhi dan ia pertahankan seumur hidupnya. Karena bagi ibunya sopan santun, berpendidikan tinggi, dan berkarakter baik adalah harga mati.
Alula rasya dengan nada rendah dan tenang mengucapkan kata-kata ke Silvia"
I love you Sylvia"dan Silvia pun terkejut mendengarnya" lalu Silvia pun menatap wajah Rasya"
Rasya pun kembali mengucapkan kata-kata ke Silvia" yaitu
"Would you be my wife ?
(Maukah kamu menjadi istri ku) ?
Tanya rasya kesilvia"
Dan Silvia pun semakin terasa bergetar hatinya, mendengar pertanyaan dari Rasya"
Karena Sesungguhnya ia juga mencintai Rasya, tetapi Silvia berusaha sadar diri karena Sylvia adalah anak dari orang yang hidup sederhana dan miskin, sedangkan Rasya Walaupun dia tinggal hanya dengan neneknya tetapi orang tua raja sangat kaya raya akan harta benda dan berbudi luhur" jadi Silvia merasa tidak pantas untuk berdampingan hidup dengan rasya.
Tapi Silvia pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh"
Rasya temenku yang tampan dan baik hati" aku belum bisa memberi jawaban atas pertanyaanmu itu"
Lalu Rasya bertanya lagi ke Silvia"
Kenapa Silvia ?
Silvia pun menjawab" Aku meminta waktu untuk memikirkan terlebih dahulu dari pertanyaanmu itu Rasya"
Rasya pun tersenyum dengan bibir manisnya itu, sembari menjawab"
Naik Silvia aku akan menunggu jawaban darimu, secepatnya yaa ?
Silvi pun menjawab sembari tersenyum ke rasya"
Iya Rasya......
Lusa qu akan memberi jawabanya"
Rasya pun tersenyum tentunya dengan hati yang berdebar - debar antara bercampur dengan perasaan gembira karena akhirnya Setelah sekian lama nama-nama menunggu waktu ingin mengutarakan perasaannya nya ke Silvia terlaksana juga, walau belum mendapatkan jawaban dari Silvia.
Setelah pulang menemui Rasya Silvia pun mulai berpikir, bagi Silvia love itu bukan hal yang main-main, artinya harus dipikir dengan matang matang dalam menentukan pilihan siapa sosok percaka yang akan dipilih olehnya.
Akhirnya hari yang Ia janjikan ke Rasya pun telah tiba, dan Silvia pun telah siap untuk memberikan jawaban kepada Rasya.
Hari telah mulai sore" dan Rasya pun menjemput Silvia ke rumah dan diajak jalan-jalan di pesisir pantai, dan disitulah rasa menanyakan ulang akan perasaannya, Silvia pun langsung menjawab"
Dengan berdiri dihadapan Rasya, dan diselimuti Suasana yang sejuk di sore hari dan suara ombak yang gemuruh"
Silvia sambil menunduk tersipu malu sembari mengucap" Iya Rasya"
I am ready be your wife"( Aku siap menjadi istrimu)" dan rasa bahagia pun tak tertahankan oleh rasya
" sehingga Rasya pun berteriak Dengan mengucap syukur yang tiada tara, atas cintanya yang telah ia dapatkan.