Fatih berjalan dengan langkahnya yang panjang, ia menuju ruangan Rani. Setelah dibuka, tak ada seorangpun di sana. Pria muda itu mengerutkan dahinya. Di mana gadis itu? "Kamu cari siapa, Fatih?" Dini yang kebetulan lewat sana, kini berhenti dan menatap adiknya. Sebenarnya, Fatih tak begitu dekat dengan kakaknya itu, tetapi ia harus tetap bersikap baik apalagi sekarang berada di dalam lingkup kantor. "Rani," balasnya singkat. Dini tersenyum miring. Sudut bibirnya terangkat sebelah. "Dia lagi pacaran sama Arfan di taman." Fatih terkejut tetapi ia tak mengatakan apapun. Hanya sebatas rasa jengkel dan tangan mencengkeram kuat. Fatih menahan rasa panas dari dalam dadanya dan segera pergi ke tempat yang tadi dikatakan oleh Dini. Sekarang memang jam istirahat, dua anak manusia menatap langit

