Bab 40

1213 Kata

Melihat foto mesra di dalam foto itu, d**a Fatih bergemuruh hebat. Hatinya yang sempat dibalut, kini retak kembali. Kedua mata berkedip dengan cepat untuk menghalau panasnya dari dalam. Patah hati yang kedua kalinya, Fatih membawa semua bukti itu ke luar ruangan. Langkahnya yang panjang dengan hentakan yang begitu kuat, Fatih membanting pintu ruangan Rani. Ia melempar semua benda tipis itu tepat mengenai wajah Rani. Seketika Rani pun ternganga dan kaget. Tak tahu menahu masalah yang dimaksud oleh Fatih, ia langsung berdiri. "Apa yang kamu lakukan, Fatih?" "Lihat saja itu! Matamu belum buta, kan?" Bentakan itu terdengar hingga ke luar. Beberapa karyawan saling membisik dan menatap ke arah ruangan berkaca itu. "Dasar, w************n!" "Astaghfirullah, jaga ucapan kamu, Fatih! Kamu tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN