Bab 39

1211 Kata

"Fatih, sudahlah. Kau pulang saja sendiri. Aku ingin cari ketenangan." Rani yang membalik badannya tetap saja Fatih mencegah. Pria itu tak ingin Rani membantahnya. Satu tarikan tangan Fatih membuat tubuh Rani terpental dan membentur d**a bidang Fatih. Sesaat mereka saling tatap dan terpaku saling memindai wajah masing-masing. Tangan yang menyentuh d**a pria itu, Rani merasakan degup yang begitu kencang. Ia yakin sekali, Fatih merasakan hal yang sama dengannya. Tersadar dengan hal itu, mereka melepaskan diri. Menetralisir rasa yang tak pernah dimengerti. Salah tingkah dan wajah memerah, Fatih menghela napas panjang. Membenahi pakaiannya lalu tetap memaksa Rani untuk ikut dengannya. Saat mereka berjalan menuju mobil, Rani melihat sosok bertopi dengan jaket hitam serta masker menutupi waj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN