Bab 22

1266 Kata

"Tugasmu belum kelar, aku masih punya kejutan untuk Fatih. Nanti kutelpon lagi. Sejumlah nominal juga sudah terkirim. Kau bisa cek sendiri." Seorang wanita berperawakan tinggi kurus dan rambut pendek bergelombang tengah mengulas seringai puas. Panggilan dia akhiri dan kembali pada singgasananya. Dalam layar segi empat ia menatap dan jemari menari di atas papan ketik, wanita tadi menerima file yang ia butuhkan untuk menguasai perusahaan. Hanya butuh satu langkah lagi. Yaitu tanda tangan Fatih dan Papanya. Pintu terdengar berderit dan seorang gagah muncul melukis senyuman. Buru-buru wanita itu menyembunyikan berkas tadi. "Bagaimana rencana kita, Din?" Pria itu memutar kursi di depan meja lalu duduk menghadap sang istri. "Beres. Tinggal dua laki-laki yang masih saling bersitegang. Aku a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN