Bab 34

1208 Kata

"Fatih, em ...." Rani mendadak bimbang. Ia ingin mengutarakan keinginannya tetapi sungkan. "Apa?" Lirikan mata elang itu membuat Rani semakin takut mengungkapkan niatnya. "CK. Cepetan bilang! Atau aku enggak mau dengar," ancam pria itu sambil menutup lagi buku bacaannya. Fatih mulai lelah menunggu dan berdiri setelah beberapa saat duduk di sofa kamar. "Em." Gadis itu masih memainkan jemarinya. "Boleh, enggak kalau Anggi ikut tinggal di sini? Aku ... enggak enak perempuan sendiri di sini. Atau, aku pulang aja ke rumah Ibu. " Fatih mengerutkan keningnya. "Bahaya di sana. Nanti kalau penculik kamu datang lagi gimana? Di sana tidak ada laki-laki. Siapa yang akan menolong nanti?" Rani membenarkan ucapan pria itu. Ia diam membisu setelah tak mampu menampik saran Fatih. Fatih menghela n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN