Bab 33

1204 Kata

Rani mendesis perih disertai rasa dingin yang mulai mendominasi. Fatih menutup kembali bagian yang terekspos. Ia segera berdiri dan meninggalkan Rani lagi. Di saat, Rani ingin mendapat sejumput perhatian, fatih selalu menghindar. Meski rasa malu masih tampak pada diri gadis itu, sejatinya ia ingin berlama-lama di dekat Fatih. Rani membenamkan diridi dalam selimut. Bukan hanya dirinya, tetapi hatinya juga. Ia memendam perasaan yang tak mampu tertuang di hadapan pria itu. Kepada siapa lagi ia harus bercerita, selain kepada Ibunya. Rani segera menelpon Erika dan bertanya kabar. Basa-basi itu mudah sekali terbaca oleh Erika. Wanita tua yang seumuran dengan Bram itu banyak memberikan nasihat agar Rani bertahan. Erika tak ingin putri bungsunya gegabah dalam mengambil tindakan. "Makasih, Bu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN