Bab 32

1216 Kata

"Jawab dulu, kita ada di mana ini? Kenapa hanya aku dan kamu?" Fatih memaksa. Dia terus mencekal tangan Rani, tak mengizinkan ia pergi. "Lepasin, Fatih! Kamu sudah terlampau jauh. Maka dari itu, aku dan Roy membawamu ke sini. Lagipula, aku sudah bilang sama Papamu untuk sementara Waktu tidak tinggal di sana." Sebenarnya, Rani tengah menahan hawa panas di dadanya, tetapi ia harus berkata jujur. "Jadi ... ini di rumah Roy? Kenapa kamu mengajakku ke sini?" Rani mengernyit. Ia heran dengan Fatih yang terlalu plin-plan. Lelah menjelaskan, Rani lantas pergi ke luar kamar. Fatih pun segera masuk ke kamar mandi. Ia melihat handuk dan pakainnya sudah siap di sana. Ia menghela napas. Tidak sepenuhnya menyalahkan Rani, ia tahu Rani melakukan semua itu untuknya. Rani benar-benar berperan menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN