Bab 19

1211 Kata

Setelah beberapa saat, pemuda dengan tubuh polos itu tersadar. Kepalanya berdenyut nyeri dan seperti berputar-putar. Terasa berat dan seperti habis menabrak sesuatu. Fatih mendesis, menekan rasa sakit. Setelah berhasil menyandar dipan ranjang, ia memperjelas pandangan yang semula kabur. Pencahayaan yang terang membuatnya menyipitkan mata. Mulai dari jemari yang kaku, merambat hingga lengan, Fatih menyadari sesuatu. Bola mata yang awalnya redup, kini melotot seperti hendak menggelinding. Dibukanya bagian selimut yang menutupi separuh dirinya. Fatih terlonjak. Ia panik dan segera mencari pakaian. Namun, sama sekali tak ada jejak di mana pakaiannya. Fatih mulai menarik selimut dan membungkus tubuhnya. Ia melangkah ke arah lemari tetapi seseorang terdengar membuka pintu. Keduanya sama-sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN