"Mas, hari ini Om Bram tidak masuk. Jadi kita gantikan meeting nanti. Beliau sudah bilang tadi di rumah." Rani mengetik sesuatu pada komputer saat Arfan datang seperti biasa. Ia membawakan sebuah kotak makan berisi buah-buahan. Di ruangan berkaca itu, mereka duduk berhadapan. Sementara tatapan Arfan tidak mendapat balasan, dia tidak mempermasalahkan. Baginya, sesuatu yang disenangi oleh Rani adalah bagian dari tujuannya. "Oke. Aku enggak banyak kerjaan sekarang sampai waktu meeting nanti datang. Kamu, perlu bantuan?" tawarnya masih dengan wajah memindai lekat. "Aku masih menyalin berkas buat pengajuan kerja sama yang disuruh Om Bram, Mas. Mungkin sebentar lagi. Maaf, ya, kamu jadi dicuekin. Habisnya, harus selesai sekarang, nih. Sebelum kita tambah sibuk nanti." Kalimat terkait membua

