5. PESTA ATMAJAYA

1424 Kata
Tepat pukul 7 malam, Velov dan Cindy sampai di depan hotel bintang 5 yang menjadi tempat terselenggaranya acara ATMAJAYA GROUP. Mereka sudah di tunggu oleh Sam maupun Desta di lobby hotel. Velov memutuskan untuk berangkat berdua dengan Cindy ketimbang harus merepotkan Sam dan Desta untuk menjemput mereka. Velov menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas Valet, kemudian dia melangkah sejajar bersama Cindy dengan percaya diri memasuki hotel. Dan disambut langkah tegap Sam menghampirinya “lama ya bang nunggu nya?” tanya Velov kemudian memeluk tubuh tegap Sam sekilas. “enggak kok dek, yuk langsung masuk. Bentar lagi kayaknya udah dimulai acaranya” jawab Sam sambil menggandeng adiknya. “apa kabar abang Sam yang ganteng…” sapa Cindy keganjenan yang sengaja menggoda kakak dari sahabatnya ini. “baik cin…kamu mau nunggu Desta atau masuk sama kita dulu?” tanya Sam , karena dia tau Desta sedang pergi ke toilet. “aku tunggu disini aja kak, kasian ntar Desta nyariin” jawab Cindy cepat. “oh yaudah, kita masuk dulu ya.. yuuk dek” kemudian Sam menyiku kan lengan tangannya untuk di gandeng Velov. Mereka berdua memasuki ballroom hotel dengan bergandengan tangan dan dagu yang terangkat. Setelah melewati pintu masuk, tak dapat di elakan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Yang laki-laki begitu tampan dan gagah dan yang perempuan begitu cantik, anggun dan terkesan dingin. Ada yang menyuarakan kekagumannya, tak sedikit pula tatapan iri yang mereka dapatkan terutama dari kaum hawa. Salah satunya tatapan sepasang mata tajam yang berada di sudut ruangan. Mereka berdua tidak perduli dengan itu semua, karena sudah terbiasa dengan hal itu sejak lama. Sam dan Velov berjalan menghampiri si tuan rumah yang berada di bagian depan panggung. Dengan senyum merekah Velov menyapa kedua orang tua di depannya ini, berbanding terbalik dengan tatapan dinginnya disaat pertama memasuki ruangan. “selamat malam om, tante…selamat dan sukses selalu untuk ATMAJAYA GROUP” ucap Velov sambil salim kepada Ferdy dan memeluk Lina sekilas. Tidak ketinggalan juga dengan Sam yang memberikan ucapan selamatnya seraya berjabat tangan kepada dua orang tersebut. Tiba-tiba dari samping panggung berjalan sosok tampan Keenan menghampiri mereka, senyum lebar yang semula tersungging di bibir merah Velov mendadak menjadi satu garis lurus. Dia memalingkan wajah berharap Keenan mengerti kalau dia tidak ingin di sapa olehnya. Tapi emang dasarnya Keenan , dia sengaja seolah tidak paham dengan kode itu. “hyy bang, love…baru sampai?” basa basinya kepada tamu yang sudah sejak tadi ditunggunya ini. “hyy selamat dan sukses ya bro untuk ATMAJAYA GROUP. Iya nih baru aja sampai” jawab Sam berusaha mencairkan suasana yang sudah menegang sejak kehadiran Keenan. Dan tentu saja Velov tidak perlu repot-repot untuk menjawab pertanyaan basa-basi laki-laki yang berusaha di hindarinya ini. Alih-alih menjawab, Velov malah berpamitan kepada Ferdy dan Lina untuk berkeliling mencari Cindy. Velov melangkahkan kakinya menjauhi mereka ber empat, sebenarnya dia tidak tau harus pergi kemana. Velov mengambil segelas wine dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju balkon di sebelah kiri Gedung, dia butuh udara segar untuk menormalkan hati nya yang terasa sesak. Sesak melihat laki-laki yang lima tahun lalu sukses membuatnya hancur, laki-laki yang menurutnya paling bertanggung jawab atas kepergian Demian. Velov benar-benar tidak percaya sampai sekarang kalau Keenan yang dulunya adalah cinta pertamanya sekaligus orang terdekatnya itu bisa melakukan ini semua padanya. Hufffhhh… hembusan nafas kasar masih berulang kali dia hembuskan untuk sekedar meredakan sesak di dadanya, sambil sesekali ia sesap cairan merah di tangannya dan tidak terasa sampai gelas itu menjadi kosong. Dia letakan gelas kosong itu di sudut balkon yang terdapat meja bundar disana. Velov merasai kehadiran seseorang di belakang nya, dia tidak peduli siapapun itu. Dia masih betah menatapi langit sambil sesekali menikmati hembusan angin malam yang dingin menerpa kulitnya. “aku rindu kamu love, maaf untuk semuanya” suara bariton itu menyapa indera pendengaran Velov. Melalui ekor matanya dia dapat melihat Keenan yang menatap bagian samping wajahnya dengan serius. “lo ngerasa telat gak sih Keen kalau ngomong itu sekarang??” tanya Velov sinis tanpa menoleh lawan bicaranya. DEG…Keenan merasakan nyeri di dadanya kala mendengar panggilan ‘lo’ dari Velov, yang berarti dia sudah tidak menganggap Keenan sedekat seperti sebelumnya. Bahkan di pertemuan pertamanya setelah lima tahun ini kemarin Velov masih menyebutnya dengan sebutan ‘kamu’. Keenan berusaha menekan perasaan nya, dia tidak mau mempermasalahkan hal itu dulu. Masih banyak masalah yang jauh lebih penting untuk diluruskan ketimbang hanya sebuah sebutan ‘kamu’ yang berubah menjadi ‘lo’. “oke.. maaf kalau ini sudah terlambat buat kamu, tapi aku benar-benar ingin memperbaiki semua”. Suara Keenan rendah. “maaf lagi?? Gak ada hal lain yang mau lo ucapin selain maaf?” sarkas Velov tetap dingin. “aku harus apa love untuk bisa memperbaiki semua?” tanya Keenan berusaha tetap lembut. “cumam satu yang bisa lo lakuin buat memperbaiki semua ini” suara Velov terdengar tegas, lalu dilanjutkan dengan perkataan lain yang mampu membuat Keenan membisu. “BAWA KEMBALI DEMIAN KE HADAPAN GUE” tekannya kemudian. Merasa Keenan tidak akan bisa membalas apa yang dia katakana, lantas Velov berbalik dan melangkah meninggalkan Keenan sendiri. Velov mencari meja yang terdapat Namanya di sana, setelah ketemu dia duduk di sebelah Sam yang sedang berbincang dengan entah siapa , yang jelas dia tahu laki-laki yang berbincang dengan Sam itu bukan orang sembarangan. Mengingat meja yang dia duduki berada di deretan depan yang berarti itu tamu-tamu penting bagi ATMAJAYA GROUP. “dari mana sih dek? Ini udah mau mulai lho. Untung udah balik sini, udah mau abang susulin aja tadi” cicit Sam tepat di telinga Velov. “nyari angin bang, terus kenapa gak disusulin coab?” tanya Velov acuh. “ya kan udah balik pas mau disusulin. Eh iya ini kenalin Namanya Robin dia salah satu jajaran CEO termuda di Jakarta.” Sam memperkenalkan laki-laki yang tadi ngobrol satu meja dengannya. “haii..saya Robin..” suara serak laki-laki itu terdengar sambil mengulurkan tangannya kearah Velov. “haii..saya Velov, adiknya bang Sam” sahut Velov seraya menyambut uluran tangan dari laki-laki di sebelah abang nya ini. Senyum manis terkembang di bibir Velov, dan itu mampu membuat seseorang yang dari tadi memperhatikannya mengepalkan tangannya kuat-kuat. ‘ngapain sih pake acara senyum-senyum segala, tadi aja jutek nya kebangetan’ batin laki-laki yang sedang menahan amarahnya itu, dia tidak rela kalau ada laki-laki lain yang bisa mendapatkan senyum manis itu. Dan setelahnya acara dimulai oleh pembawa acara, kemudian sambutan dan yang lainnya. Acaranya berjalan dengan lancar dan cukup meriah. Sebelum beranjak meninggalkan meja terdengar suara Robin menawarkan tumpangan untuk Velov “mau saya anter pulang Vel?” tawar Robin sambil tersenyum lebar kepada Wanita di depannya. “ah terimakasih untuk tawarannya, tapi saya rasa tidak perlu karena saya akan pulang bareng bang Sam” jawab Velov seraya tersenyum samar. Velov merasa nyaman ngobrol sama Robin tapi belum sampai tahap dia akan mau diantarkan laki-laki itu, mereka baru saja kenal beberapa jam, rasanya tidak etis kalau sudah mau di antar pulang segala. “oke..no probs..hati-hati dijalan cantik” gurau Robin di selingi cengiran khas nya yang menampakan dua lesung di pipi kanan kirinya. Kalau Wanita lain pasti sudah klepek klepek akan pesona Robin, tapi bagi Velov masih senyum Demian lah yang terindah. “hahahha…oke siap” jawab Velov sedikit ngakak dengan tingkah teman barunya ini. Velov pergi meninggalkan tempat dengan menggandeng tangan Sam. Ngomong-ngomong kemana sahabat-sahabatnya ya, kok daritadi Velov tidak melihat mereka berdua. Mungkin saja meja mereka berjauhan, karena memang tamu undangan tadi sangat banyak sekali, pikir Velov lagi. Kemudian Velov mencari gawainya, dan mengetikan pesan singkat pada Cindy. Velove~ ‘gue duluan ya, mau nungguin susah juga nyariin lo dikerumunan gini, lagian lo bareng Desta kan?’ Cindy~ ‘iiyess ..lo duluan aja, gue masih di toilet ini. Yups gue bareng sama Desta’ Setelah membaca balasan dari Cindy, dia melanjutkan langkahnya memasuki mobil yang kebetulan juga sudah berhenti di depannya. Setelah memasang seatbelt, Sam melajukan mobilnya meninggalkan hotel. “mampir ke club yuk bang, butuh pelepasan stress nih” pinta Velov. “tumben?? Udah lama kayaknya enggak kesana kamu dek?” tanya Sam sedikit heran, pasalnya sudah setahun terakhir ini adiknya berhenti mengunjungi tempat-tempat seperti itu. Sam kira adiknya sudah bangkit dari keterpurukannya, tapi ini apa lagi? Ataukah ada hubungannya dengan baliknya Keenan ke Indonesia. Pasti iya, pikir Sam. “mau gak?? Kalau enggak turunin aku disini” jawab Velov sedikit memanyunkan bibirnya tanda ngambeknya datang. “elahhh gitu aja udah ngambek sih dek.. kan abang cuman tanya. Ck…oke abang temenin tapi janji enggak minum banyak-banyak. Gimana deal?” jawab Sam sambil menawarkan kesepakatan. “oke deal..” seru Velov senang. Dan di tanggapi dengan usapan lembut di kepalanya oleh Sam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN