#26

1834 Kata

CHAPTER 26                                                                              Maaaaaffff bangeeettt baru bisa nge next. Sebenernya udh jadi lama, tapi hape di pegang ayah... Cekidoootttt laahhh... "Gue ga mungkin mutusin Abra." Tegas Hana. Tapi jawaban Andien sukses menghancurkan hatinya. Meluruhkan bayang indah Abra yang meminum es teh nya. Memusnahkan suara Abra saat bernyanyi untuknya. "Gue siap jadi yang kedua." Jawab Andien. "Gue mohon." *** Sekarang saatnya masuk kelas.  Jam pelajaran akan segera dimulai. "Udah masuk. Gue duluan." Ujar Hana berbaik dan pergi. Meninggalkan Andien yang merosot ke lantai dengan air mata yang semakin deras. "Maafin gue Han. Maafin gue. Gue sayang Abra. Gue sayang Abra. Maafin gue Han.." isak Andien dalam tangisnya. *** Sekarang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN