27. Bab Dosa

1680 Kata

Sejak hari itu Lazio berubah, tidak suka menggelayut padaku seperti sebelumnya. Aku hanya mengamatinya. Sesekali menyapanya duluan. Mencoba dekat seperti biasa. "Aku sibuk," ucapnya ketika aku minta latihan bersama. "Kalau besok gimana?" tanyaku. "Aku ada acara, lain kali saja." Dia berlalu, tidak pernah tidur di kamar ini lagi. Aku tidak tahu kenapa, padahal aku sudah membuka hati dan mencoba menerimanya. Kupikir dia serius ingin jadi suamiku. Ah, mungkin karena aku sudah takluk dan tidak berniat kabur lagi, dia merasa menang. Permainan selesai. Dia sudah bosan padaku. Dari pada takut dibunuh karena sebentar lagi ada pengganti ku, hatiku sakit karena sudah mulai nyaman dengannya. "Nyonya, mari saya antar ke tempat latihan." Nining menghampiriku. "Iya," jawabku, berbalik men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN