28. Mandi

1627 Kata

Lazio mengacak rambutnya sendiri, Zeya pingsan akibat ulahnya yang lepas kendali. Sekarang sudah terbukti bahwa Zeya perawan. Lazio mengguncang tubuh istrinya yang lemas tidak berdaya, darah mengalir di antara paha. Lazio melepas ikat pinggang yang mengunci tangan Zeya. "Zeya, bangunlah." Percuma, wanita itu kehilangan kesadaran sepenuhnya. Lazio berdiri, mengambil pakaian yang berserakan, segera memakainya. "Zeya pasti sangat marah," ucapnya. Kembali pada Zeya. Dia mengambil tissue basah dan mengelap darah di paha Zeya. Lazio meneguk ludah, otak mengatakan ingin melakukan ronde ke dua. Tapi hatinya menolak setelah melihat Zeya tidak akan kuat. Padahal dia sudah sering melakukan hubungan dengan berbagai wanita. Namun, baru pertama ini dia mengambil keperawanan seorang gadis. Rasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN