25. Makanan

1668 Kata

Lazio menelengkan kepala di depanku, menghalangi pandangan ke arah luar. Wajahnya sangat dekat hingga aku mundur. Mengedipkan mata berulang. Mempertanyakan apa yang dia lakukan. "Kenapa?" tanyaku. "Kau hanya cukup melihatku," jawabnya. Wajahnya memang tampan untuk dilihat, halal pula. Tapi tingkat kepercayaan dirinya terlalu tinggi. Aku memutar bola mata jengah dan kembali duduk dengan tenang. "Berhentilah bersikap kekanak-kanakan," ucapku. Mengeluarkan ponsel. Membuka pesan yang belum dibaca. "Kamu sadar nggak kalau sikapmu padaku sangat dingin?" tanya Lazio. Membuatku melirik sedikit. Menggeleng. Tidak merasa sama sekali. "Tapi itu yang membuatku suka," lanjutnya. Aku hanya menggelengkan kepala. Tidak peduli. Dia bersikap sangat kekanak-kanakan padahal usianya 30 tahun. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN