24. Latihan

1345 Kata

Sebenarnya aku sudah lama mengenal Mas Umar, kami tinggal di lingkungan yang sama dan orang tua kami bersahabat erat layaknya saudara. Andai dulu Abah mau mendukung ayahnya Mas Umar. Keluarga Mas Umar tidak akan merasa dikhianati dan membalas dendam. Pasti hubungan keluarga kami tidak akan seburuk ini. Saat dipertemukan sebagai tunangan, aku menganggap Mas Umar orang baik, bicaranya sopan, pakaiannya rapi dan penuh kasih. Aku memang selalu salah menilai orang. "Aku akrab dengan suamiku, itu bukan urusanmu," ucapku ketus. Mas Umar diam sesaat, aku berjalan melewatinya menuju pintu. Tak ingin bertanya kenapa dia ada di sini. Itu bukan urusanku. "Tunggu, Zey." Mas Umar menarik tanganku. "Lepas!" "Maaf untuk semuanya, kamu tahu kalau aku melakukannya bukan karena kemauan diriku s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN