Suasana simulasi pertempuran pistol sudah sepi, saat jam makan siang para murid meninggalkan tempat, tinggal Lazio dan Joanna yang sedang mengobrol. Joanna membersihkan pistol kesayangan, mengelap dengan sapu tangan buatan desainer ternama, sahabat karibnya yang meninggal beberapa tahun lalu. "Sepertinya istrimu marah," ucap Joanna. Menghentikan pijatan Lazio. "Biarkan saja, aku tidak peduli." "Sungguh?" "Banyak wanita seperti Zeya di luar sana, aku tinggal mengambil satu untuk menggantikan posisinya." Lazio bicara seolah tidak peduli pada Zeya. "Berhentilah berbohong, kau bukan pria pengecut seperti itu." Joanna menyingkirkan tangan Lazio dari bahunya. Berbalik, menatap tajam majikan yang harus dilayani, orang yang akan membantunya memalsukan berita kematian supaya dia bisa

