Nabilah terus menangis sampai tertidur di pelukan suaminya. Mungkin karena lelah, Robin pun ikut terlelap juga. Hingga malam kian merambat jauh, pria itu baru terjaga. Ia menatap wajah Nabilah dengan saksama, begitu teduh, tenang dan cantik. "Aku tidak boleh berharap lebih, dia tidak mencintaiku," lirih Robin menepis sebuah rasa yang mulai menelusup ke relung hatinya. Ia kemudian memindahkan kepala Nabilah ke atas bantal dengan perlahan. Setelah memastikan Nabilah tidak terbangun, Robin segera ke luar dari kamar itu dan memeriksa sekeliling rumah. Ia kemudian mengunci pintu gerbang, rumah dan jendela. Semua harus aman untuk melindungi Nabilah. Pria itu kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengerjakan apa yang harus dilakukan. Pagi pun menjelang, Nabilah terbangun dari tidurnya yang lel

