Bab 17. Kesepakatan

1103 Kata

Kepulangan Abas di kampung Santri langsung menjadi pusat perhatian para gadis. Tubuhnya yang tinggi, berkulit putih dan tampan, sangat mempesona setiap mata yang memandang. Tutur katanya sopan santun, soleh dan mapan. Sehingga membuatnya jadi rebutan sebagai calon suami idaman. Keluarganya pun jelas, putra seorang kyai yang sangat dihormati. Namun, dari sekian banyak wanita lajang yang ada di kampung Santri. Hanya satu gadis yang mampu memikat hati Abas yaitu Nabilah. Teman sepermainan ketika masih anak-anak, satu tempat pengajian dan adik kelasnya. "Kakak ingin melakukan taaruf dengan Bilah," ujar Abas dengan bersungguh-sungguh. "Maaf Kak, Bilah sudah punya suami," tolak Nabilah sambil tertunduk. Abas pun mengangguk seraya berkata, "Iya sudah tahu, Ibu telah menceritakan semuanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN