Bab 18. Prahara Kampung Rantau

1300 Kata

Terdengar suar bel berdering yang memecah kesunyian. Para siswa dan siswi Madrasah Nurul Iman satu persatu ke luar dari kelas untuk beristirahat. Begitupun dengan gurunya, seperti Nabilah yang pergi ke kantin untuk membeli minum. "Bilah, bisa kita bicara sebentar!" ajak Abas yang tiba-tiba datang. "Tapi Kak ini di sekolah, tidak baik dilihat orang nanti takutnya jadi fitnah!" Nabilah menolak untuk bicara hal pribadi dengan Abas. "Iya Kakak tahu, ini bukan soal kita. Tapi tentang Robin," ujar Abas yang membuat Nabilah jadi penasaran. Nabilah kemudian bertanya, "Ada apa dengan Bang Robin?" "Lebih baik kita bicara di taman sebentar!" ajak Abas yang dijawab anggukan oleh Nabilah. Mereka kemudian menuju ke taman dan duduk bangku dengan menjaga jarak. "Apa Bilah merasa ada yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN