Dua Puluh Dua

1985 Kata

Vino memperhatikan alamat yang tertera di lembaran kertas sedangkan Gynta merapikan meja makan. Gynta mencuci piring dan menoleh ke arah Vino.   "Vin," panggilnya sehingga Vino menoleh ke arahnya.   "Iya."   "Kau mau membantuku?" pinta Gynta.   "Mencari alamat ini?" tanya Vino.   Gynta mengangguk, "iya."   Vino berlagak seperti sedang mempertimbangkan sesuatu membuat Gynta mengernyit menatapnya, "tapi ada syaratnya."   Wanita itu berdecak kesal dan kembali mencuci piring bekas makanan mereka. Vino meletakkan kalung itu beserta kertasnya dan berjalan mendekati Gynta. Dirinya berdiri tepat di belakang Gynta dan memeluknya dari belakang.   "Mau atau tidak?" Vino menawar pada Gynta dan bersandar di pundak istrinya.   "Membantu seseorang itu harus rela dan tidak perlu pakai sy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN