Hari inipun tiba, hari yang sangat sulit bagi Leonna maupun Verrel. Leonna akan melakukan operasi pengangkatan Rahim. Ia sudah pasrah, pasrah akan keadaannya. Pasrah akan takdirnya, selama dua hari terakhir Leonna menyendiri dan memikirkan segalanya. Memikirkan hidupnya, memikirkan rumah tangganya bersama Verrel. Ia tidak tau apa yang akan terjadi, tetapi sang papa memberi nasehat untuk tetap yakin pada tuhan. Karena tuhanlah yang mengatur hidup manusia, pasrahkan segalanya. Maka Leonnapun berusaha ikhlas, berusaha untuk menerima semua ini. Leonna beradu pandang dengan Verrel saat brangkarnya di dorong memasuki ruang operasi. Sebelum pintu itu tertutup rapat, Leonna masih bisa melihat Verrel yang memasang senyumannya seakan memberinya kekuatan. Sepeninggalan Leonna, Verrel duduk di kur

