Verrel Flashback Verrel tengah melakukan meeting bersama Caren dan Aditya mengenai proyek mereka. Hingga sebuah dering handphone menghentikan aktivitas mereka. Caren terlihat tak nyaman dan berkali-kali merijectnya. Verrel melirik Caren dengan tanda tanya, apalagi keadaannya sedang kalut. “Angkat saja dulu,” ucap Verrel menutup dokumennya membuat Caren tersenyum kecil. Ia beranjak keluar ruangan untuk mengangkat telpon, tanpa ia sadari kalau Verrel mengikutinya karena merasa curiga. “Hallo Martin, kenapa menggagguku?” ucapan Caren membuat Verrel mengernyitkan dahinya. ‘Martin?’ “Iya Martin, kita tidak boleh gegabah. Verrel kelihatannya mulai luluh lagi pada bocah ingusan itu. Buatlah sesuatu yang lebih ekstrem untuk mem

