Hari terus berganti, hingga kami menginjak waktu dimana 40 hari kepergian Bella tiba, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 21. Rumah kembali ramai, satu persatu tetangga mulai memenuhi rumahku untuk mengikuti pengajian. Beberapa saudara dari keluarga besar Mama dan Papa pun ikut datang menghadiri. Aku berjalan ke luar kamar menuju kamar Bella yang letaknya persis berada di sebelah kamarku. Perlahan, aku mencoba untuk membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk ke dalam. Tidak ada yang berubah dari kamar ini setelah ditinggalkan selama 40 hari. Hanya saja, kini aku tidak pernah melihatnya berbaring di atas ranjangnya lagi. Kamarnya agak sedikit berdebu, semenjak kepergiannya, Papa hanya baru beberapa kali menyewa Cleaning Service untuk membersihkan kamar Bella. Satu di antara

