Senin pagi, hari kedua kepergian Bella. Rumahku kembali sepi, keluarga besar dari Mama dan Papa telah kembali pulang ke rumah mereka masing-masing karena harus kembali ke rutinitas seperti biasa. Aku mengambil cuti selama 3 hari, maka aku akan tetap berada di rumah sampai hari kamis tiba. “Nyn, makan, Nak. Sarapan sudah siap.” Teriak Papa dari bawah. Aku beranjak dari kasur menuju turun ke bawah. Makanan sudah tertata penuh di atas meja, kami duduk di kursi masing-masing. Suasana sarapan pagi kali ini terasa begitu sunyi, tidak terjadi percakapan apapun di antara kami, hanya ada suara denting yang di hasilkan dari sendok dengan piring. Aku menoleh ke arah samping, dimana kursi Bella terletak. Sekarang, rutinitas makan di meja makan tidak lagi menyenangkan, kursi kosong milik Bella mem

